BEIJING - Otoritas China telah meminta Taiwan melepaskan empat nelayan yang mereka tangkap dalam sebuah kasus persengketaan yang jarang terjadi antara keduanya. Keempat nelayan yang berasal dari China daratan ditangkap oleh kapal patroli Taiwan.
Seperti dilansir AFP pada Sabtu (15/1/2011), kantor yang membawahi masalah Taiwan di provinsi Fujian, China, mengatakan sebuah kapal nelayan China telah ditangkap di dekat Kepulauan Jinmen, selat Taiwan.
Kantor berita Xinhua menyebut Kepulauan Jinmen masuk ke dalam wilayah pemerintahan Taiwan, namun otoritas China mengatakan para nelayan dari kedua pihak sudah sejak lama melakukan pekerjaannya di wilayah tersebut tanpa ada masalah.
Oleh karena itu, Beijing meminta Taiwan melepaskan empat nelayan asal China daratan itu sesegera mungkin. Belum ada kabar jelas mengapa keempat nelayan itu ditahan.
China dan Taiwan memiliki hubungan yang unik. Pemerintah kedua pihak sudah terpisah serta tidak sejalan sejak akhir dekade 1940an. Pada saat itu, pihak komunis yang menetap di China daratan berhasil "mengusir" kelompok nasionalis ke Taiwan, yang pada akhirnya membentuk sebuah pemerintahan demokratis.
Ideologi kedua negara yang saling bertolak belakang membuat hubungan antara keduanya seringkali dilanda ketegangan. Apalagi keduanya memiliki klaim yang berbeda. Beijing bersikeras Taiwan adalah bagian dari China, seperti halnya Hong Kong dan Makau. Sementara Taiwan juga tetap pada pendiriannya untuk merdeka.
Walaupun begitu, hubungan antara keduanya relatif membaik setelah presiden Ma Ying-jeou mengambil alih kepemimpinan di Taiwan. Sikapnya yang lebih lunak memungkinkan terjadinya peningkatan hubungan baik dengan Beijing.(fmh)
Seperti dilansir AFP pada Sabtu (15/1/2011), kantor yang membawahi masalah Taiwan di provinsi Fujian, China, mengatakan sebuah kapal nelayan China telah ditangkap di dekat Kepulauan Jinmen, selat Taiwan.
Kantor berita Xinhua menyebut Kepulauan Jinmen masuk ke dalam wilayah pemerintahan Taiwan, namun otoritas China mengatakan para nelayan dari kedua pihak sudah sejak lama melakukan pekerjaannya di wilayah tersebut tanpa ada masalah.
Oleh karena itu, Beijing meminta Taiwan melepaskan empat nelayan asal China daratan itu sesegera mungkin. Belum ada kabar jelas mengapa keempat nelayan itu ditahan.
China dan Taiwan memiliki hubungan yang unik. Pemerintah kedua pihak sudah terpisah serta tidak sejalan sejak akhir dekade 1940an. Pada saat itu, pihak komunis yang menetap di China daratan berhasil "mengusir" kelompok nasionalis ke Taiwan, yang pada akhirnya membentuk sebuah pemerintahan demokratis.
Ideologi kedua negara yang saling bertolak belakang membuat hubungan antara keduanya seringkali dilanda ketegangan. Apalagi keduanya memiliki klaim yang berbeda. Beijing bersikeras Taiwan adalah bagian dari China, seperti halnya Hong Kong dan Makau. Sementara Taiwan juga tetap pada pendiriannya untuk merdeka.
Walaupun begitu, hubungan antara keduanya relatif membaik setelah presiden Ma Ying-jeou mengambil alih kepemimpinan di Taiwan. Sikapnya yang lebih lunak memungkinkan terjadinya peningkatan hubungan baik dengan Beijing.(fmh)







0 komentar:
Posting Komentar